PROFIL

Munawar Saiman. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 02 Juni 2016

Macam-Macam Komoditi Dari Desa Pante Ranub

Desa Pante Ranub yang berada Kabupaten Bireuen Kecamatan Jangka disebelah utara jalan Medan Banda Aceh dengan jarak lebih kurang 7 KM atau dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan kendaraan roda 2, Desa Pente Ranub dengan luas wilayah hampir 200 ha dengan jumlah penduduk 220 KK. Dimana Masyarakatnya berprofesi sebagai Petani Tambak,Nelayan,Petani sawah dan Buruh Bangunan, Didesa ini Banyak Komoditi perkebunan dan pertanian yang dijual keluar daerah seperti Kelapa, Sayur Mayur, Buah-buahan dan dari bidang perikanan seperti Udang, Bandeng kemudian kerajinan tangan seperti Tikar Anyaman dari Daun Pandan yang penjualannya sudah sampai keluar Daerah bahkan luar negeri. Inilah komoditi hasil dari Desa Pante Ranub sebagai sumber Penghasilan Masyarakat Desa.

Minggu, 02 Juni 2013

SUARA PETANI TEBU

Kabuapaten Agam disamping penghasil sayur mayur  tak kalah pentingnya penghasil gula merah (saka) yang telah memenuhi pasaran tradisional Sumatera Barat dalam hal ini Agam Yang kami maksud terbagi 2 Agam Barat dan Agam Timur, Agam Barat yang udaranya panas yang dikelilingi salingka danau maninjau sampai ke daerah Tanjung Mutiara yang panoramanya sangat indah yang terbentang kelapa sawit yang menjulang keatas udara sedangkan  Agam Timur yaitu Agam Tuo di Agam Tuo inilah penghasil gula merah (saka) yaitu petani tebu yang diolah secara tradisonal sejak turun temurun dengan mengolah secara manual dengan tenaga kerbau berkaca mata tempurung dari Agam Barat, baru hanya beberapa tahun ini di olah secara pembauran tradisional, penggiling tebu tersebut dengan mesin tenaga diesel.
           
Sentralisasi petani tebu tersebut yang berada dikaki gunung merapi yaitu Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang, lebih kurang 60 hektar lahan tebu yang tersebar di empat Jorong, Jorong BataBuah Koto Baru, Jorong Gobah, Jorong Batang silasiah, Jorong Kubang duo Koto Panjang, baru mempunyai mesin tenaga diesel setelah kami cek ke lapangan 7 unit, hal ini tidak sesuai dengan komoditas yang dihasilkan dengan 7 unit mesin tenaga diesel selebihnya dikelola secara manual.
           

Nagari Bukik Batabuah yang dihiasi dengan tebu dilereng perbukitan yang ijo royo-royo yang diharapkan bagi petani tersebut untuk menyampaikan hajat hidup keluarga sebagai keluarga yang  terdidik dan kwalitas intelektualnya masih bisa dipertanggungjawabkan, hal ini bisa hilang ditelan masa terbang ditiup angin karena sebuah cita-cita apabila tidak ditopang dengan pengolahan perekenomian pemodernisasikan pengolahan tebu menjadi gula merah bisa tidak menjadi kenyataan dikemudian hari.
       Perkebunanan tebu Masyarakat harus dipupuk keharmonisannya ditengah-tengah penopang perekonomian masyarakat, sebuah kearifan lokal apabila semua pihak menujukan pikiran agar petani tebu ini bisa betah,bertahan dan menyukai sebagai petani tebu penghasil gula merah kita yakin dikemudian hari akan tumbuh sebuah petani tebu yang proporsional dan professional.
           
Kita sangat prihatin dengan melihat situasi dan kondisi dilapangan 3,750 Kepala Keluarga (KK) mengandalkan gula merah (saka) sebagai produk dan komoditas utama yang telah diedarkan ke pasar tradisional Koto Baru Bateh Kabupaten Tanah Datar dan Aur Kuning Kota Bukit tinggi sebagai pemasar ring pertama di wilayah Sumatera Barat.
            Program Pemerintah tidak akan terlaksana apabila perekonomian masyarakat akar rumput yang
ada dibawah yang tersebar diseluruh penjuru ditanah air ini dari pulau nias ke pulau Rute dari Aceh sampai ke Papua pergolakan daerah tidak akan timbul apabila ekonomi masyarakat sangat mapan dan anak-anaknya terdidik, kenapa terjadi pergolakan didaerah selama ini karna kegagalan kita semua untuk menuju keadilan yang beradab yang tertuang dalam sila ke-2 Pancasila sebagai azas berbangsa dan bernegara.
Kami Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di
Perdesaan (PSP-3) Nagari Bukik Batabuah Kecamatan canduang Kabupaten Agam sangat peduli dengan keadaan tersebut diatas. Untuk menanggulangi agar masyarakat petani tebu bisa mengolah hasil tebunya dengan pengolahan modern dan tidak memakan waktu yang terlalu lama, Kami sangat mengharapkan kepada semua pihak untuk membantu memberikan bantuan berupa Mesin pengolahan tebu untuk menjawab kebutuhan petani dalam meningkatkan pendapatannya dan pemuda sebagai penjual jasa kilangan tebu juga akan memiliki pekerjaan.
Kegiatan pemangkasan coklat di Nagari Bukik Batabuah yang diselenggarakan oleh Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (PSP-3) bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Agam.
patani kakau sangat mengharapkan bantuan berupa bibit, pupuk dan teknis perawatan yang lebih baik agar hasilnya meningkat, tapi sayang peran PSP-3 yang hanya bisa memfasilitasi dalam hal teknis saja. kami sudah berupaya semaksimal mungkin membantu masarakat dengan cara mengajukan proposal ke dinas terkait tapi sampai saat ini belum ada yang terealisasi.
 

PELATIHAN PSP-3

PELATIHAN PSP-3
HOTEL BUNDO PADANG SUMBAR